Refleksi Kasus Gibbs
TEORI REFLECTIVE LEARNING GIBBS
A.
Pengertian
Refleksi
Refleksi diri merupakan suatu proses
untuk melihat kembali pengalaman seseorang yang telah dijalani untuk bisa
mengambil lessons learned bagi diri sendiri kemudian melakukan
penyusunan sebuah rencana tindakan “action plan” untuk mengurangi
kesenjangan atau gap yang masih ada antara harapan dan kenyataan. Refleksi
diri adalah suatu cara untuk belajar dari berbagai pengalaman yang telah kita
rasakan, berinteraksi dan bekerja sama dengan profesi kesehatan lain, dengan
tujuan untuk meningkatkan kemampuan bekerja sama “teamwork” dalam sebuah
tim pelayanan kesehatan. Pembelajaran reflektif didefinisikan sebagai pembelajaran
yang memberikan kesempatan pada peserta didik untuk berpikir secara reflektif
terhadap fenomena dari setiap bidang yang dikaji, mencari akar hubungan untuk
memproyeksikan masa depan yang nyata dan secara rasional (Gibss, 2010 dalam
Aryani dkk, 2015). Dalam proses refleksi diri secara sederhana kita berusaha
menjawab lima pertanyaan seperti dibawah ini:
1.
Apa
yang telah terjadi?
2.
Mengapa
hal tersebut bisa terjadi?
3.
Apa
yang dapat ditarik sebagai pembelajaran dari pengalaman tersebut?
4.
Apa
yang dapat dilakukan untuk merefleksikan diri?
5.
Apa rencana
yang akan dilakukan untuk selanjutnya?
Dalam menyusun
rencana untuk merefleksikan diri, mahasiswa perlu berusaha mencari bukti
eksternal seperti umpan balik dari teman atau pembimbing, maupun referensi yang
sesuai untuk mendukung keakuratan untuk identifikasi lessons
learned/learning issues. Selain itu mahasiswa juga perlu menghubungkan
pengalaman yang sedang direfleksikan ini dengan pengalaman lain yang relevan.
Untuk pandangan tentang “Reflective Learning” ini ada beberapa pakar yang
mempunyai pandangan masing-masing namun tetap mengarah pada tujuan yang sama
yaitu sebagai berikut :
1.
Menurut
Jarvis (1998) dalam Khodijah (2011) Pembelajaran
Refleksi adalah salah satu tipe
pembelajaran yang melibatkan proses kritis dari pembelajar terhadap situasi di mana belajar itu terjadi.
2.
Gagnon
dan Collay (2001) dalam Khodijah (2011)
memaknai bahwa refleksi sebagai tindakan menggambarkan sendiri tentang apa yang
telah dirasakan, dilihat, dan diketahui, bagaimana membentuk pemahaman baru, menambah pemahaman baru, atau
meningkatkan pengetahuan dalam
belajar, serta apa
yang akan dilakukan
atau dipikirkan selanjutnya.
3.
Margot Brown
dkk (1997) menyatakan bahwa refleksi
merupakan bagian sentral yang berperan
dalam pentransformasian dan pengintegrasian
pengalaman-pengalaman dan pemahaman baru dengan pengetahuan sebelumnya
yang telah dimiliki. Proses refleksi mengungkapkan apa yang sebenarnya dipikirkan dan dipelajari oleh
siswa, bukan mengungkapkan apa bahan yang diajarkan pada mereka.
B.
Peran
& Tujuan Refleksi dalam Belajar
Merefleksi berarti bercermin,
maksudnya adalah bercermin pada pengalaman belajar yang baru saja dilakukan seseorang
maupun kelompok. Menurut Budimansyah (2002) dalam bukunya model pembelajaran
dan penilaian berbasis portofolio mengatakan bahwa Kegiatan belajar seringkali memberikan banyak pengalaman bagi siswa. Dengan
melakukan refleksi, seseorang diajak untuk melakukan evaluasi tentang apa dan bagaimana
mereka telah belajar, apa yang mungkin akan mereka lakukan seandainya mereka
menghadapi situasi belajar berikutnya. Dengan
demikian kegiatan refleksi merupakan suatu cara untuk belajar, yaitu belajar
untuk menghindari kesalahan di masa yang akan datang dan untuk
meningkatkan kinerja yang lebih baik
lagi. Dengan refleksi, seseorang dapat
berpikir tentang apa yang
sedang dipelajari, apa yang sudah dilakukan pada masa lalu, dan
bagaimana merespon terhadap kejadian atau peristiwa yang akan ditemui yang akan
datang. John Dewey dalam tulisannya yang berjudul Why Reflective Thinking
Mustbe An Educational Aim seperti yang dikutip oleh Gagnon dan Collay,
mengemukakan ada tiga tujuan refleksi,
yaitu:
a.
Menimbulkan
kesadaran
b.
Persiapan
dan invensi sistematis
c.
Pemerkayaan
pemaknaan
C.
Model
Refleksi graham Gibss
1)
Tahap-tahap
Refleksi
Gibbs, dengan nama Lengkapnya Graham Gibbs adalah seorang ahli yang
bergerak dibidang pendidikan di Universitas Oxford. Model gibbs ini merupakan
pengembangan dari siklus Kolb yang dibuat pada tahun 1984. Siklus Kolb ini
meliputi tahap pengalam kongkrit, pengamatan reflektif, konseptualisasi
abstrak, dan perencanaan percobaan secara aktif.
Gibbs
menilai bahwa model yang dibuat oleh Kolb ini terlalu sempit dan kurang maju,
sehingga Gibbs melakukan pengajuan suatu siklus dimana siklus tersebut dapat mengmbangkan
siklus yang dimiliki oleh Kolb. Namun antara siklus Gibbs dan Kolb ini memiliki
kesamaan yang terletak dalam hal yakni pengalaman refleksi dan perencanaan.
Aplikasi siklus Gibbs ini lebih banyak digunakan dalam setting industri
kesehatan (Antasari, 2012).
Berikut
adalah siklus dari pandangan Gibbs.

Source: University of kent. https://www.kent.ac.uk/learning/PDP-and-employability/pdp/reflective.html di akses pada 9 November 2018
Keterangan Siklus Gibbs :
|
Description
|
Menggambarkan
apa yang terjadi secara akurat & detail
|
|
Feelings
|
Menggambarkan
apa yang dirasakan dan dipirkan
|
|
Evaluation
|
Menilai
hak-hak baik dan hal buruk dari pengalaman tersebut
|
|
Description
|
Menggambarkan pendapat mengenai situasi tsb, secara kritis
melihat hub.antar bagian dlm suatu peristiwa dan mencari maknanya
|
|
Conclusion
|
Menegaskan
hal yg seharusnya dilakukan maupun tidak
|
|
Action Plan
|
Rencana yang
akan dilakuakan selanjutnya.
|
Bagi Gibbs,
enam tahap tersebut menyatu dalam sebuah refleksi diri yang membantu manusia
untuk memaknai diri demi perkembangan hidupnya. Refleksi bertolak dari
kesadaran akan realitas dan bagaimana pikiran serta perasaan berperan dalam
memaknai realitas tersebut. Analisis terhadap peristiwa dan pengalaman hidup
sangat penting agar orang bisa menemukan nilai-nilai hidup dan menentukan
langkah-langkah kongkrit di masa depan untuk mewujudkan nilai tersebut. Dalam
Santoso (2015) dibawah ini memaparkan terkait pertanyaan-pertanyaan yang
biasanya terdapat dalam siklus Gibbs yaitu :
1.
Description (apa yang terjadi)
Pada
langkah ini kita diarahkan untuk mendeskripsikan apa yang terjadi. Berikan
gambaran yang jelas dan rinci mengenai situasi yang terjadi lengkap dengan data
yang relevan.
2.
Feelings (apa yang anda pikirkan dan rasakan)
Pada
langkah ini menggambarkan apa yang kita pikirkan dan rasakan sebelum, selama,
dan setelah situasi terjadi serta gambarkan apa reaksi kita dalam situasi ini.
3.
Evaluation
(melakukan evaluasi apa yang baik dan buruk)
Pada
tahap ini memberikan penilaian positif dan negatifpada situasi yang terjadi
kepada seseorang. Memberi gambaran tentang sesuatu yang berjalan baik dan
sesuatu yang tidak berjalan dengan baik serta bagaimana situasi tersebut
berakhir. Fokuslah pada sesuatu yang paling penting dan relevan yang bisa
mewakili keadaan.
4.
Analysis
( menganalisis apa yang menyebabkan situasi tersebut)
Tahap
ini bersifat menganalisis. Menjelaskan mengapa ada yang berjalan dengan baik
atau yang tidak dan apa akibatnya. Memaparkan kontribusi kita dalam situasi itu
dan mengapa seperti itu. Pada tahap ini kita dapat membandingkan situasi ini
dengan teori yang ada.
5.
Conclusion
(apa yang seharusnya sudah kita lakukan)
Pada
bagian ini memberikan penjalasan rinci tentang pelajaran apa yang kita peroleh
dari situasi yang ada. Menjelaskan juga jika ada sesuatu yang bisa kita ubah
untuk memperbaiki keadaan.
6.
Action
Plan ( jika situasi tersebut terjadi
lagi, maka apa yang akan kita lakukan)
Pada
siklus terkahir ini berisi tentang penjelasan apa yang perlu kita lakukan untuk
menghadapi situasi yang sama dikemudian hari dan untuk memperbaiki situasi itu.
Komentar
Posting Komentar