Satuan Acara Penyuluhan (SAP) Karies Gigi Pada Anak

 

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

KARIES GIGI PADA KELUARGA TN.T

 

Pokok Bahasan           : Karies Gigi

Pemberi Penyuluhan   : Ainun Jariah, S.Kep.,Ns

Sasaran                        : Keluarga Tn.T

Hari/Tanggal               : Sabtu, 11 – januari -2020

Jam                              : 15.00 Wib

Tempat                        : Sensor                      

A.    Latar Belakang

berdasarkan survey kesehatan gigi yang dilakukan oleh Direktorat Kesehatan gigi Departemen Kesehatan RI, ternyata jumlah masyarakat yang berkunjung ke Puskesmas maupun dirujuk ke Rumah Sakit karena menderita penyakit gigi dan mulut akibat karies gigi menduduki jumlah terbesar yaitu 53,05%. Sebanayak 77% anak usia sekolah memiliki masalah gigi berlobang. Karies merupakan penyakit yang paling sering dijumpai dirongga mulut, di Indonesia lebih dari 90% penduduk menderita karies gigi.

Masalah karies gigi masih mendapat perhatian karena sampai sekarang penyakit tersebut masih menduduki urutan tertinggi dalam masalah penyakit gigi dan mulut, yaitu penyakit tertinggi ke enam yang ditemukan masyarakat Indonesia dan menempati urutan ke empat penyakit termahal dalam pengobatan.

Gigi merupakan bagian hal terpenting dalam mulut yang dapat berfungsi untuk makan dan berbicara. Kerusakan gigi merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh kurangnya kebersihan gigi dan mulut. Anak usia sekolah merupakan usia dimana mereka lebih cenderung untuk memilih makanan yang manis seperti : coklat dan permen. Hal ini menajdi factor utama meningkatnya anak usia sekolah dengan masalah kerusakan gigi. Oleh karena itu, perlu dilakukan pendidikan kesehatan terhadap anak usia sekolah tentang pentingnya kesehatan gigi dan mulut.

 

B.     Tujuan Umum

Setelah dilakukan penyuluhan selama 1 x 30 menit diharapkan warga dan anak usia sekolah mampu mengenal dan memahami penyakit karies gigi.

 

C.     Tujuan Khusus

1.      Setelah mengikuti penyuluhan keluarga dapat menjelasakan pengertian karies gigi dengan benar

2.      Setelah mengikuti penyuluhan anak dan keluarga dapat menyebutkan penyebab karies gigi dengan benar

3.      Setelah mengikuti penyuluhan anak dan keluarga mampu menyebutkan tanda dan gejala karies gigi dengan benar

4.      Setelah mengikuti penyuluhan nyeri anak dan keluarga mampu menyebutkan cara pencegahan karies gigi dengan benar

 

D.    Materi Penyuluhan (terlampir)

E.     Metoda Penyuluhan

 

1.      Ceramah (diskusi)

2.      Tanya jawab

3.      Demonstrasi menyikat gigi yang benar

 

F.     Media Penyuluhan

1.      PPT

G.    Setting Tempat

 

 

 

 

 

 


Keterangan :

                        : penyaji

                        : Keluarga Tn.T

 

 

 

 

 

H.    Pengorganisasian

 

Pemberi Materi      : Ainun Jariah, S.Kep., Ns

Pembimbing          :Nina Dwi Lestari, S.Kep.,Ns.,M.Kep.Sp.Kep.,Kom

 

I.  Kegiatan Penyuluhan

No

Tahap

Kegiatan role play model

Kegiatan klien

1.

5 menit

(lisan)

Pembukaan :

 

 

 

  1. Memberi salam / mengucapkan salam
  2. Perkenalan diri
  3. Menjelaskan tujuan penyuluhan dan melakukan kontrak waktu, bahasa dan tempat
  4. Menyampaikan tentang tujuan pokok bahasan
  5. Menyampaikan pokok pembahasan 

 

  1. Menjawab salam

 

  1. Mendengarkan dan memperhatikan
  2. Mendengarkan dan memperhatikan
  3. Menyepakati kontrak

 

  1. Mendengarkan dan menyepakati

2.

20 menit

(lisan)

Pelaksanaan :

1.      Mengkaji pengetahuan klien tentang pegertian karies gigi

2.      Member reinforcement positif

3.      Menjelaskan tentang pengertian dari karies gigi

4.      Mengkaji pengetahuan keluarga tentang penyebab karies gigi

5.      Memberi reinforcement positif

6.      Menjelaskan tentang penyebab dari karies gigi

7.      Mengkaji pengetahuan klien dan keluarga tentang tanda dan gejala dari karies gigi

8.      Member reinfircemen positif

9.      Menjelaskan tentang tanda dan gejala dari karies gigi

10.  Mengkaji pengetahuan klien dan keluarga tentang bagaimana pencegahan dari karies gigi

11.  Member reinforcemen positif

12.  Menjelaskan tentang pencegahan dari karies gigi

 

1.      menjawab dan memperhatikan

2.      Menjawab

 

3.      Menyimak dan memperhatikan

4.      menjawab dan memperhatikan

 

5.      Menjawab

 

6.      Menjawab dan mendengarkan

7.      Menjawab dan memperhatikan

 

8.      Menjawab

 

9.      Menjawab dan memperhatikan

 

10.  Menjawab dan memperhatikan

 

11.  Menjawab

 

12.  Menyimak dan memperhatikan

3.

5 menit

(lisan)

Penutup :

1.      Menyimpulkan materi

2.      Mengevaluasi keluarga tentang materi yang telah diberikan dengan bertanya secara lisan

3.      Memberikan reward

4.      Mengakhiri pertemuan dengan mengucapkan salam

 

 

1.      Memperhatikan

2.      Menjawab dan mendemonstrasikan

3.      Memperhatikan

4.      Menjawab salam

 

J.      Kriteria Hasil

a.    Evaluasi struktur

·    Kegiatan sesuai jadwal kontrak

·    Keluarga berperan aktif dalam diskusi

·    Menyiapkan media satu hari sebelum dilaksanakan

b.   Evaluasi proses

·       Keluarga tampak kooperatif

·       Peranan sesuai harapan

·       Tidak ada masalah selama diskusi

·       Diskusi sesuai dengan materi

c.    Evaluasi hasil

·      Klien dan keluarga dapat menyebutkan pengertian karies gigi

·      Klien dan keluarga tau apa saja penyebab karies gigi

·      Klien dan keluarga dapat menyebutkan tanda dan gejala karies gigi

·      Klien dan keluarga dapat menyebutkan pencegahan karies gigi

·      Klien dan keluarga paham bagaimana perawatan karies gigi

 

K.    Daftar Pustaka

Price dan Wilson (2006). Patofisologi Konsep Klinis Proses-proses Penyakit Edisi 6 Vol 2. Jakarta:EGC

Wahit Iqbak Mubarak, dkk. 2006. Ilmu Keperawatan Komunitas 2.Jakarta: EGC

Doengoes, M.E, dkk.1999. rencana Asuhan Keperawatan: Pedoman untuk Perencanaan dan Penatalaksanaan Perawatan Pasien Pasien, edisi3, Jakarta:EGC

 

L.     Lampiran

1.      Materi

2.      PPT

 

 

 

 

 

 


Lampiran Materi

 

KARIES GIGI

 

A.    Pengertian

Karies gigi adalah suatu proses kronis, regresif yang dimulai dengan larutnya mineral email, sebagai akibat terganggunya kesimbangan antara email dan sekelilingnya yang disebabkan oleh pembentukan asam microbial dari substrat (medium makanan bagi bakteri) yang dilanjutkan dengan timbulnya destruksi komponen-komponen organic yang akhirnya terjadi kavitas (pembentukan lobang) (Kennedy, 2002)

Kariesn dentis merupakan proses patologis berupa kerusakan yang terbatas dijaringan gigi mulai dari email kemudian berlanjut ke dentin. Karies dentis ini merupakan masalah mulut utama pada anak dan remaja, periode karies paling tinggi adalah pada usia 4 – 8 tahun pada gigi sulung dan usia 12 – 13 tahun pada gigi tetap, sebab pada usia itu email masih mengalami maturasi setelah erupsi, sehingga kemungkinan terjadi karies besar. Jika tidak mendapatkan perhatian karies dapat menular menyeluruh dari geligi yang lain. (Behrman,2002)

 

B.     Penyebab

Menurut Yuwono (2003) factor yang memungkinkan terjadinya karies yaitu :

1.      Umur

Terdapat 3 fase umur yang dilihat dari sudut geligi yaitu:

a.       Periode gigi campuran, disini molar 1 paling sering terkena karies

b.      Periode pubertas (remaja) umur antara 14 – 20 tahun pada massa pubertas terjadi perubahan hormonal yang dapat menimbulkan pembengkakan gusi, sehingga kebersihan mulut menjadi kurang terjaga, hal ini yang menyebabkan persentase karies lebih tinggi

c.       Umur antara 40 – 50 tahun, pada umur ini sduah terjadi retraksi atau menurunnya gusi dan papil sehingga sisa-sisa makanan lebih sukar dibersihkan

2.      Kerentanan permukaan gigi

a.       Morfologi gigi

b.      Lingkungan gigi

3.      Air ludah

4.      Bakteri

5.      Plak

6.      Frekuensi makan makanan yang menyebabkan karies

 

C.    Tanda dan gejala

Seseorang sering tidak menyadari bahwa ia menderita karies gigi sampai penyakit berkembang lama. Tanda awal dari lesi karies adalah sebuah daerah yang tampak berkapur dipermukaan gigi yang menandakan adanya demineralisasi. Daerah ini dapat menjadi tampak coklat dan membetuk lubang. Proses tersebut dapat kembali keasal atau refersible, namun ketika lubang sudah terbentuk maka mengkilat dapat menandakan karies. Daerah coklat pucat menandakan adanya karies yang aktif.

Bila enamel dentin telah rusak, lubang semakin tampak. Daerah yang terkena akan berubah warna dan menjadi lunak ketika disentuh. Karies kemudian menjalar ke saraf gigi, terbuka, dan akan terasa nyeri. Nyeri dapat bertambah hebat dengan panas, suhu yang dingin dan makanan atau minuman yang manis. Karies gigi dapat menyebabkan nafas tak sedap dan pengecapan yang buruk.

Karies gigi biasanaya mulai pada fisura permukaan oklusi, gigi mulai lesi yang abru terjadi tidak dapat didiagnosa memulai inspeksi, lesi tersebut biasanya dideteksi dengan pemeriksaan fisura yang terkena.

Gejala karies gigi sebagai berikut :

a.       Nyeri baru timbul jika pembusukan sudah mencapai dentin

b.      Nyeri yang timbul telah mencapai pulpa

c.       Nyeri saat dipakai menggigit karena bakteri masuk ke pulpa dan pulpa mati

D.    Cara pencegahan karies gigi

Menurut Mansjoer (2009), penatalaksanaan pencegahan karies gigi dilakukan dengan :

a.       Perawatan mulut

Perawatan mulut dilakukan dengan mempraktekan intruksi berikut :

1.      Sikatlah gigi sekurang-kurangnya 2 kali sehari pada waktu- waktu yang tepat, yaitu : waktu sesudah makan, sebelum tidur ditmabah dengan sesudah bangun tidur

2.      Pilihlah sikat gigi yang berbulu halus, permukaan datar dan kepala sikat kecil

3.      Gunakan dental glos (benang gigi) sedikitnya satu kali sehari.

4.      Gunakan pencuci mulut anti plak yang mengandung antibiotic, enzim, dan antiseptic

5.      Untuk anak yang masih kecil dan belum dapat mengunakan sikat gigi dengan benar, dapat digunaka kain bersih yang tidak terlalu tipis untuk membersihkan bagian depan dan belakang gigi, gusi serta lidah. Cara mempergunakan yaitu dengan melilitkan pada jari kemudian digosokkan pada gigi.

6.      Kunjungi dokter sedikitnya 6 bulan sekali atau bila mengalami pengelupasan gigi, luka oral yang menetap lebih dari 2 minggu.

b.      Diet

Karies dapat dicegah dengan menurunkan jumlah gula dalam makanan yang dikonsumsi. Hindari kebiasaan makan makanan yang merusak gigi (permen, coklat, dan lain sebagainya) dan membiasakan mengkonsumsi makanan yang menyehatkan gigi (buah dan sayur)

c.       Flouridasi

Dilakukan dengan memungkinkan dokter gigi memberikan sel dental pada gigi, menambahkan floiuride pada suplai air minum dirumah. Karies gigi dapat dihindari atau dicegah apabila anak melakukan perawatan gigi dengan benar setelah mengkonsumsi makanan kariogenik.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Refleksi Kasus Gibbs

Lets know about Primary Health Care (Perawatan kesehatan primer)