Materi Dimensia atau Pikun

 

DIMENSIA atau PIKUN

A.    Pengertian

Demensia adalah jenis penyakit gangguan otak. Sel-sel otak akan mati secara bertahap seiring dengan bertambahnya usia. Namun, sel-sel otak penderita demensia akan mati dengan cepat dan volume otak mereka akan menyusut, menyebabkan kerusakan parah terhadap fungsi otak. Penderita demensia bukan saja bisa menjadi pelupa, tetapi juga memiliki masalah dengan pemahaman, bahasa, pembelajaran, perhitungan, dan penilaian. Kepribadian dan perilaku mereka juga bisa berubah ( Smart Patient Dementia Indonesian, 2016).

B.     Tanda dan gejala

Mengalami kelupaan memang suatu hal yang wajar, tetapi kalau sudah keseringan lupa itu bukan lagi sesuatu hal yang wajar. Sering lupa bisa diartikan bahwa otak kita lemah dalam mengingat sesuatu. Pada usia muda juga bukannya tidak mungkin, terjadi penurunan memori otak di usia produktif. Penyakit lupa di usia muda salah satunya disebabkan gaya hidup yang tidak sehat.

a.       Sering menanyakan hal yang sama berulang kali

b.      Sering tersesat di tempat yang sudah lama dikenalinya

c.       Tidak bisa mengingat dan mengikuti aturan

d.      Bingung tentang waktu, orang, dan tempat

e.       Lupa langkah-langkah untuk melakukan aktivitas sehari-hari seperti makan, minum, mandi, pakai sepatu, dan berpakaian

f.       Tidak memedulikan keamanan, kebersihan, dan asupan gizi mereka (Riski dan Tania, 2018).

C.     Tujuan Senam otak

Triestuning (2018) tujuan pemberian brain gym/senam otaak dapat meningkatkan memori (ingatan) jangka pendek lansia karena dengan gerakan senam otak dapat  merangsang integrasi kerja bagian otak kanan dan kiri untuk menghasilkan koordinasi fungsi otak yang harmonis sehingga dapat menghasilkan kemampuan memori, kemampuan koordinasi tubuh, kemampuan motorik halus dan kasar.

D.    Manfaat senam otak atau brain gym

Julaini (2016) manfaat senam otak adalah

a.       Meningkatkan konsentrasi.

b.      Mengurangi stres.

c.       Meningkatkan daya ingat.

d.      Dapat berfikir lebih cepat.

e.       Bagi pelajar dapat menangkap pelajaran dengan baik

f.       Dapat meningkatkan percaya diri.

g.      Melawan penuaan.

h.      Meningkatkan rasa bahagia.

E.     Cara melakukan Senam Otak

a.       Cross/gerakan silang

b.      Hooks up (kedua tangan disilangkan kedepan dada dan kaki juga disilangkan)

c.       Lazy eight (menggambar angka 8 tidur dengan ibu jari ditegakkan)

d.      Melakukan putaran leher

e.       Mengaktifkan tangan (salah satu tangan diluruskan ke atas di samping telinga. Tangan kedua melewati bagian belakang kepala dan diletakkan di bawah siku tangan pertama)

f.       Burung mahuni (menoleh ke arah kanan di sertai dengan memijat bahu, lakukan pada arah sebaliknya)

g.      Luncuran gravitasi (kedua tangan meraih punggung telapak kaki, dengan posisi kaki disilangkan, dan kepala mencium lutut)

h.      Saklar otak (menyentuh bagian dada atas, tepatnya jaringan lunak di bawah tulang clavicula di kiri dan kanan sternum, lalu memijat dengan satu tangan, sementara tangan yang lain memegang pusar. Bisa sambil menundukan kepala dan berdoa ketika memijat dada atas)

i.        Tombol bumi (Gerakan ini dilakukan dengan cara ujung jari (telunjuk) salah satu tangan menyentuh bawah bibir dan sedikit menekan, lalu ujung jari lainnya ±15 cm di bawah pusar)

j.        Tombol angkasa (Pada gerakan ini, ujung jari satu tangan menyentuh dan sedikit menekan atas bibir, dan jari lainnya menekan lembut garis belakang pada tulang ekor. Dilakukan selama kurang lebih 1 menit)

k.      Menguap berenergi (Gerakan ini adalah perpaduan dari menguap, dan memijat tulang pipi dan rahang. Dilakukan sebanyak 5 kali menguap, dan pijatan perlahan. Bisa selama 1 menit)

l.        Pasang telinga (memijat secara lembut daun telinga sambil menariknya ke luar, mulai dan ujung atas, menurun sampai sepanjang lengkungan dan berakhir di cuping, menggunakan ibu jari dan telunjuk. Ketika memijat bisa sambil bernyanyi lagu-lagu pendek, atau mendengarkan musik dan lagu. Gerakan dilakukan selama 1 menit)

1)      Waktu dilakukan Senam Otak

Feni (2016) senam otak/brain gym dapat dilakukan 3 kali seminggu selama 30-45 menit.

 

DAFTAR PUSTAKA

Feni, T, A. (2016) Pengaruh Senam Otak (Brain Gym) Terhadap Kejadian Demensia Pada            Lansia Di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Yogyakarta Unit Budi Luhur Kasongan   Bantul. Naskah Publikasi Universitas Aisyah Yogyakarta

Smart Patient Dementia Indonesian. (2016)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Refleksi Kasus Gibbs

Lets know about Primary Health Care (Perawatan kesehatan primer)

Satuan Acara Penyuluhan (SAP) Karies Gigi Pada Anak